Paylater Gojek : 7 Hal yang Harus Diketahui Sebelum Menggunakannya  

Ada yang sudah pernah pakai fasilitas paylater Gojek? Saya baru pake kemarin dan mau share nih ke mantereman. Ihik. Enak banget ya emang pake paylater Gojek ini. Set-set-set langsung dapet.

Akun Gojek saya emang udah diaktifkan buat bisa transfer-transfer segala macem. Data udah saya kasih lah ke Gojek intinya pas saya aktifkan fitur biar bisa transfer ke sesama pengguna Go-pay.

Paylater Gojek : 7 Hal yang Harus Diketahui Sebelum Menggunakannya  

Tapi sebelumnya emang belom pernah tertarik buat pake paylater Gojek ini. Selalu top-up aja. Toh emang biaya operasional kan. Trus pas pake kemaren ada beberapa hal yang saya jadikan catatan. Apa sajakah itu? Cuss dibahas yuk. 😀

Kalian bisa baca tulisan ini langsung dari atas sampai habis atau bisa juga baca perbagian sebagaimana daftar isi di bawah ini. Kalau mau langsung skip ke kesimpulan juga boleh asalkan gak lupa komen. *wink

Yuk, kita mulai pembahasannya. 😀

7 Hal tentang Paylater dari Gojek yang Harus Diketahui

Merupakan Jenis Fintech Lending

Belum ada yang menyadari ini? Paylater Gojek ini adalah salah satu bagian dari fintech lending gaes.

Kali-kali aja ada yang anti banget pake pinjaman dari fintech tapi tiap hari rajin pake paylater. Ya minjem dulu duitnya Gojek sama aja pake fintech lending. Gak kerasa kan? Bahkan sesederhana dibayarin dulu bayar ojeknya senilai sepuluh ribu rupiah udah bisa disebut minjem ke fintech.

Ya dari definisi sederhananya aja, fintech lending kan berarti financial technology lending; perusahaan berbasis teknologi yang memberikan pinjaman. Gojek perusahaan berbasis teknologi dan paylater ini jelas-jelas aktivitasnya memberikan pinjaman.

Implikasi dengan menyadari kalo paylater Gojek ini adalah meminjam dari perusahaan fintech lending, mungkin kita bakalan jadi lebih ati-ati. Jadi lebih cautious akan efek baik dan buruknya.

Silahkeun dibaca informasi lengkap tentang FAQ perusahaan fintech lending dari OJK di sini.

Paling penting sih menyadari efek dari biaya-biaya yang harus kita tanggung sebagai peminjam. Jangan cuma kerasa enaknya aja. Nanti gue bahas lebih lanjut soal biaya ya.

Disediakan oleh Findaya Melalui Paylater Go-jek

Gojek kasih kalian paylater ini bukan dari duitnya Gojek sendiri loh gaes. Seperti dibahas di bagian pertama artikel blog ini, minjem dari paylater Gojek adalah minjem dari fintech lending. Nah buat paylaternya, saat artikel ini ditulis, Gojek kerja sama dengan Findaya.

Perusahaan ini adalah salah satu perusahaan pemberi pinjaman yang kalo gue kutip dari websitenya:

”Bertujuan untuk mendorong inklusi keuangan dan ekonomi digital di Indonesia, mulai dari berbagai fitur finansial untuk pengguna Gojek, hingga pinjaman pendidikan untuk Ketua Arisan Mapan“

~ www.findaya.com

Jadi dana paylater yang kita pakai adalah dana yang disalurkan dari Findaya ini.

Kalau dibaca-baca lebih lanjut, Findaya ini menjadi salah satu wadah yang mempertemukan antara peminjam dan pemberi pinjaman. Tapi, gak kayak fintech lending yang memang bergerak di bidang P2P lending, di websitenya belum ada link yang langsung bisa untuk calon pemberi pinjaman membuat akun dan langsung kasih pinjaman seperti di P2P lending lainnya.

Terus terang gue sendiri tertarik buat jadi salah satu investor di Findaya kalo akses pembiayaannya dibuka untuk umum. Karena apa? Karena yang dibiayai adalah komunitas yang sudah tergabung di dalam komunitas Gojek.

Lalu lintas duit semua sudah ada di situ dan pembayaran pun langsung lewat top up Go-pay. Menurut gue yang selama ini berkecimpung di kredit, risikonya relatif lebih kecil dibanding yang kasih kredit lepas tanpa ada komunitas yang mengikatnya.

Limit Sebesar Rp. 500.000,-

Wah kecil banget! Masa limitnya cuma Rp. 500 ribu?! Heh! Untuk kelas pinjaman buat kebutuhan sehari-hari ini juga udah termasuk gede loh.

Sebagai perbandingan, gue ngisi saldo Go-pay buat sebulan itu ya dikisaran lima ratus ribu itu. Buat transport dan sekali-sekali jajan cemilan. Jadi dikasih limit segitu ya mestinya cukup.

Kok cuma transport sama cemilan? Soalnya gue gak lagi beli makanan pake Go-food. Bungkus makan Bro, Sis; lebih hemat!

Limit sebesar maratus rebu ini kalo di bank dan buat perusahaan gitu disebutnya revolving loan. Bisa lu pake kapan aja dan berapa aja, nanti kalo ada duit dan dibayar, limitnya bakalan balik lagi ke nilai awalnya. Dan bisa dipake lagi.

Cukup sederhana kan?

Sayangnya gue belum tahu apakah limit itu bisa naik ataukah tidak. Tapi dari informasi di Terms & Conditions yang dicantumkan di blognya Gojek, besaran fee akan berbeda tergantung dari besaran limit yang diberikan

Kalo ada yang tahu kasih tahu akiks dong. Thank! 😀

Terdapat Service Fee Sebesar Rp. 25.000,- per Bulan

Kabar baiknya, gak ada bunga untuk paylater Gojek ini! Yes you read it right! Gak ada bunga!

But… Hold your horses, as there’s no such thing as a free lunch. Ada biaya administrasi sebesar Rp. 25.000,- per bulan kalo di bulan itu klean ada pake paylater Gojeknya. Fee ini gratis untuk bulan pertama doang.

Kayak contohnya gue nih, memanfaatkan gratis feenya di bulan pertama, gue pake transaksi. Gak ada biaya yang harus gue bayar. Tapi kalo misalkan gue ada pake nanti di bulan Februari sekali aja berapapun nominalnya, maka gue harus bayar Rp. 25.000 itu.

Kecil kan ya Rp. 25.000,-; Eits, jangan berhenti di situ ya gaes. Coba dibandingkan sama limit yang diberikan. Berapa tadi? Yakbener, maratus rebu. Trus fee tadi, kalo dibandingkan sama limitnya seberapa gede sih?

baca juga: Review Indodana

Rp. 25.000 dibandingkan Rp. 500.000 itu berarti 5% sebulan. Kalo selama setahun setiap bulan kalian pake terus itu paylater, berapapun nominal pemakaiannya, say penuh terus tiap bulan dan di akhir bulan kalian bayar full fee yang harus dibayar sebesar Rp. 300.000,-;

Ada yang berpikir untung karena pinjaman sebesar Rp. 6 juta (Rp. 500.000 x 12 bulan) hanya bayar 5% (Rp. 300.000) admin fee tanpa bunga? Kalo iya, tet tooott! Kalian salah!

Limit pinjaman ya tetap Rp. 500.000 dong, karena di akhir bulan kan kalian harus bayar lunas deh ya. Bukannya yang selama setahun kalian dapat limit Rp. 6 juta. Inget ya, setahun itu kalo mau pake ya cuma Rp. 500 ribu. Feenya berapa tadi? Rp. 300 ribu. Berarti setahun feenya sebesar 60% dari limit!

Teruwow gak setelah tahu?

Pembayaran Paylater Gojek Otomatis Dari Saldo Gopay

Kemarin gue sih memang bayar pemakaian gue langsung setelah gue coba. Gue pake paylater Gojek buat bayar Go-ride gue sebesar sepuluh ribu karena ada promo cashback sebesar sepuluh ribu juga. Begitu dapat cashback di Gopay, langsung gue lunasin. Ihik.

Nah, ketentuannya sih gak harus langsung dilunasi. Kita bisa pake paylater Gojek ini sampe limit yang kita punya habis dan baru harus bayar nanti di akhir bulan. Dibayarnya dari mana? Dari saldo Gopay yang ditop up.

Gak perlu repot setor ke bendahara ato transfer ke rekening bank. Dari sistem di ekosistem Gojeknya sendiri sudah pasti akan kebayar.

Cukup mudah dan gak ribet kan?

But it then got me thinking. Kalo misalkan memang ujungnya kita harus top-up Gopay, ya berarti sebenernya bisa dong tanpa harus pake paylater Gojek ini. Selama kontrol diri kita cukup kuat aja buat gak tergoda pake-pake saldo Gopay kita. Cash flow dijagain biar top up bulanannya cukup sampe bulan depan.

Kalo sampe gak cukup berarti ada yang salah sama penggunaan saldo Gopay hasil top-up duit kita. Ihhikkk.

Tapi balik lagi, karena pembayaran cukup langsung dari saldo Gopay, gue melihat ini sebagai satu kelebihan yang sangat-sangat ok buat paylater Gojek. Karena seamlessly nyatu dengan ekosistem yang sudah susah payah diciptakan oleh Gojek.

Yagaksih?

Aktifkan Sebagai Pilihan Pembayaran di Transaksi Gojek

Trus bagaimana untuk mulai menggunakan paylater Gojek ini? Ini juga salah satu plus poin yang gue acungin jempol buat Gojeknya.

Gak perlu lagi ribet apply-apply dan isi segala macam form untuk melengkapi data, paylater Gojek langsung hadir sebagai salah satu alternatif pembayaran transaksi. Sama sekali gak ribet.

Kalo ada yang mau coba, bisa tuh pas mau order Go-ride atau Go-food, mantereman cek pilihan pembayarannya. Ada yang cash maupun gopay. Nah bakalan ada banner kecil yang menarik perhatian kita.

Pilihan pembayaran menggunakan paylater Gojek.

Dan sebenernya inilah yang kudu manteman perhatikan dan jaga diri baik-baik. Karena hampir tanpa kesulitan apapun, kita bisa langsung berutang ke Findaya melalui Gojek.

Bayangin aja, mau utang tanpa ada kesulitan apapun bokk! Tinggal sat-set langsung aja diepruv maratus rebu! Teruwow kan yes.

Adanya Denda Keterlambatan Pembayaran Paylater Gojek Rp. 2.000 per hari

Bagaimana? Enak kan? Gak ada bunga bok. Trus tinggal bayar akhir bulan tanpa harus ribet setar setor lagi.

Terus kalo ada telat bayar bagaimana?

Dari halaman terms & condition pas gue baca di aplikasi Gojek bagian Paylaternya, gue dapat informasi kalo ada telat pembayaran akan dikenakan biaya Rp. 2.000 per hari. Cuma gue ga tahu bakalan sampe berapa lama itu denda dikenakan dan apakah ada jumlah maksimum dendanya.

Dendanya memang terkesan kecil dan gak berarti, tapi kalau terus diakumulasikan kan bisa jadi berabe ya. Apalagi kalo ternyata pemakaiannya gak banyak-banyak amat dan kena denda justru karena lupa bayar saking kecilnya pinjaman.

Misalkan aja pake paylater buat bayar gojek totalnya “cuma” seratus ribu, kena denda Rp. 2.000 sehari ya sama aja kena 2% sehari. Kalo dari full pemakaian sih 0,4% sehari. Sebulan 12% dendanya kan? Mahal bokkk!

Kenapa dendanya kok bisa “semurah” ini? Ato lebih pas kalo disebut “sekecil” ini? Cuma dua ribu rupiah!

Kalo menurut gue yakarena ada hubungannya sama ekosistem Gopay dan Gojek yang saat ini penggunaannya seolah-olah sudah menjadi kebutuhan pokok bagi warga dengan mobilitas tinggi.

Bagi para pengguna paylater yang berasal dari pengguna Gojek dan segala layanannya, risiko mengorbankan kenyamanan akan terasa lebih berat daripada membayar kembali utang dan segala biayanya dari paylater Gojek. Karena kalau tidak dibayar (dengan top-up saldo Gopay), mereka tidak akan bisa menggunakan layanan Gojek dengan maksimal.

Orang mungkin akan lebih memilih untuk membayar utangnya di paylater Gojek dibandingkan harus membayar tunai ketika memesan layan Gojek dan Gopaynya.

Kesimpulan: Paylater Gojek Haruskah Dipakai?

Sudah baca semua bagiannya? Bagaimana menurut manteman akan layanan yang diberikan sama paylater Gopay? Haruskah dipakai atau haruskah dihindari?

Dengan biaya transaksi sebesar 5% per bulan dan biaya denda keterlambatan sebesar 0,4% per hari, apakah cukup sepadan dengan kemudahan yang didapatkan?

Kalo menurut gue sih tergantung banget sama kebutuhan kalian ya. Sebisa mungkin hindari membayar menggunakan paylater apalagi kalo tujuannya hanya untuk memenuhi keinginan.

Tahunya gimana? Membayar ongkos transport yang memang dibutuhkan untuk mobilitas sehari-hari bisa dianggarkan di awal bulan. Sementara itu, membeli makanan dan jajanan lainnya melalui Go-food bisa ditekan dengan menyiapkan dan membawa makanan dari rumah.

Kalaupun sungguh sangat terpaksa, bolehlah menggunakan paylater Gojek. Tapi ingat selalu bahwasannya pembayaran menggunakan paylater ini strictly hanya untuk hal-hal yang diperlukan. Jangan digunakan untuk membiayai keinginan.

Kalau kata almarhum Zainuddin M.Z. jaman dulu, intinya adalah pengendalian diri.

Kalau ada komentar atau ada yang mau didiskusikan, silahkan komentar di bawah ya. 😀

Default image
Guntur Satya
Seorang mahasiswa jurusan Informatika Universitas Jenderal Soedirman, yang suka dengan dunia internet.

Leave a Reply